1980-2000 Era Keemasan Lagu Anak

Mengamati dunia musik tanah air sekarang membuat para orangtua seharusnya mengelus dada. Bagaimana tidak? Sebagai orangtua, mereka adalah orang yang paling bertanggung jawab atas perkembangan sang anak, termasuk perkembangan psikologis mereka. Sayang sekali, dunia musik saat ini sangat tidak mendukung perkembangan anak Indonesia.

Lirik-lirik vulgar seolah menjadi andalan untuk dapat mendongkrak penjualan yang anehnya tetap mendapat respon dari masyarakat. Produser tidak lagi melihat pasar lagu anak sebagai pasar potensial karena dibanding dengan lagi melayu, lagu anak tidak menghasilkan penjualan yang signifikan. Pebisnis dunia hiburan juga lebih memilih menggiring anak-anak untuk menyanyikan lagu-lagu dewasa, meskipun acara dikemas dengan versi seolah-olah untuk anak-anak dan oleh anak-anak.

Kondisi lagu-lagu anak masa kini membuat ingatan kita melayang ke dua dekade sebelum saat ini. Bisa dibilang, tahun 1980 hingga tahun 2000 adalah masa keemasan lagu-lagu untuk anak. Lagu anak tahun 1980-2000 masih sering terdengar saat ini, meskipun dalam versi remix atau diaransemen ulang untuk dinyanyikan penyanyi lain.

Masih teringat jelas di ingatan kita betapa penyanyi-penyanyi cilik di masa itu begitu mendominasi ruang pamer yang sangat terbatas (hanya TVRI satu-satunya stasiun TV yang bisa menjangkau ke seluruh Indonesia saat itu). Tentu sebagian kita masih ingat lagu “Jago Makan” yang begitu top saat itu. Lagu anak tahun 1980-2000 juga mengenalkan Joshua dengan “Diobok-obok” dan Trio Kwek-kwek yang begitu memikat hati pendengar cilik mereka.

Lagu anak tahun 1980-2000 juga memunculkan beberapa sosok penyanyi cilik legendaris seperti Melisa dengan Abang Tukang bakso sebagai salah satu lagu anak populer saat itu. Musik anak saat itu juga memunculkan nama Papa T Bob sebagai pencipta lagu anak yang sangat produktif. Hampir semua penyanyi cilik saat itu meroket namanya setelah menyanyikan lagu anak populer ciptaan Papa T Bob.

Saat ini, sudah tidak ada lagi lagu anak populer yang begitu digandrungi oleh anak kecil. Anak-anak lebih menyukai musik dewasa yang tiap saat terjejal ke telinga mereka dengan lirik-lirik nakal khas orang dewasa yang mau tak mau membuat mereka menjadi dewasa lebih cepat. Tahun 1980-2000 memang benar-benar masa keemasan dunia musik anak-anak Indonesia.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

2 Responses to “1980-2000 Era Keemasan Lagu Anak”

  1. tiyangatmojo says:

    Sekarang anak TK juga sudah terlalu bisa danbiasa menyanyikan lagu-lagu dewasa, sangat miris sekali dengan syair yang mereka sendiri belum seharusnya mengerti.

  2. akabluez band says:

    dalam rangka melestarikan lagu anak yang hampir punah, kami segelintir generasi 90-an yang masih peduli dengan sejarah budaya bangsa. ditengah maraknya penggerusan moral oleh budaya barat

    Oleh karena itu kami prihatin sekali dengan dunia anak-anak sekarang. anak kecil nyanyinya lagu dewasa yang liriknya kebanyakan cabul. Seandainya ada band-band profesional yang mau mengarassement lagu-lagu anak supaya lestari sepanjang masa.

    Kami hanyalah personil band tidak profesional yang mencoba membuat lagu anak versi rock. dari segi vocal tidak terlalu bagus, apalagi dari segi instrumental musik. Tapi kami tidak berkecil hati karena 1 karya akan bermakna seribu manfaat.

Leave a Reply